Pengembangan Sektor Pariwisata Berbasis Kereta Api, Harapan Saya Untuk Kereta Api Indonesia

Kereta Api merupakan moda transportasi darat berbasis jalan rel yang efisien dan efektif. Hal ini dibuktikan dengan daya angkutnya baik berupa manusia ataupun barang yang lebih besar dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya. Begitu juga dengan konsumsi bahan bakar kereta api relatif lebih hemat dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya. Dengan kelebihan – kelebihannya tersebut, kereta api merupakan satu diantara moda transportasi yang menjadi pilihan masyarakat. Bahkan kereta api merupakan sarana transportasi yang mencirikan negara maju.

Saya dan Kereta Api Indonesia

Di Indonesia, kereta api dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI. 28 September 2017, KAI akan genap berusia 72 tahun. Di usia yang dewasa ini, kita telah merasakan perubahan dan revolusi yang sangat signifikan di tubuh KAI.

Dulu, dulu sekali. Saya termasuk dari banyak orang yang menganggap Kereta Api di Indonesia adalah “mimpi buruk”. Rawan kriminalitas, kumuh, jorok, sampah bertebaran di gerbong, asap rokok yang memenuhi isi gerbong, dan kesan buruk lainnya. Itulah citra kereta api di mata masyarakat Indonesia pada waktu itu.

Namun sekarang semuanya berubah. Di mulai sejak tahun 2009, PT KAI melakukan berbagai pembehanan seperti menertibkan penumpang tanpa tiket, menertibkan penumpang di atas atap, membatasi penumpang kelas ekonomi, menerapkan ticketing elektronik, memperbaiki kereta, menambah fasilitas pendingin udara untuk kereta kelas ekonomi, memperbaiki berbagai macam unit kerja di PT KAI. Semua tersentuh, semua dibenahi, tidak ada yang terlewatkan.

Kini Kereta Api telah menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia. Saya pun yang sebelumnya membenci kini menjadi jatuh cinta pada Kereta Api. Apabila bepergian keluar kota saya selalu memprioritaskan untuk naik Kereta Api. Alasannya jelas. Suasana yang kini nyaman, tanpa macet dan harga tiket yang terjangkau.

Kereta Api selalu menemani perjalanan saya tatkala hendak menaklukan gunung – gunung tinggi yang ada di Pulau Jawa, pun dengan perjalanan santai saya mengunjungi kota – kota yang ada di pantura yang dilewati oleh Kereta Api seperti Cirebon, Pekalongan, Tegal dan lain – lain. Entah, tak terhitung lagi berapa banyaknya kereta api menjadi teman perjalanan saya sebagai travel blogger.

Harapan Saya Untuk Kereta Api Indonesia 

PT KAI telah melakukan Reformasi Mental dan Revolusi pelayanan yang membuat perusahaan BUMN itu menjadi perusahaan yang bersih dan sehat. PT KAI kini telah mensejajarkan dengan perusahaan modern tingkat nasional dan dunia. Namun tentunya perjuangan PT KAI tidak boleh berhenti sampai sini saja. PT KAI harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia dan harus terbuka menerima masukan dari pihak manapun selagi  itu bisa membawa nama KAI lebih baik lagi.

Sebagai Travel Blogger saya berharap di masa mendatang KAI mampu mengembangkan sektor pariwisata berbasis kereta api. Adapun harapan saya diantaranya sebagai berikut.

  1. Meningkatkan Pelayanan Kereta Wisata

Pada tahun 2009, PT Kereta Api Indonesia mendirikan anak perusahaan yang diberi nama PT Kereta Api Pariwisata atau lebih dikenal dengan sebutan KA Wisata.

Saat ini KA Wisata telah memiliki layanan kereta wisata priority. Untuk operasionalnya, kelas priority yang hanya 1 gerbong dengan kapasitas 30  penumpang ini menempel di bagian terdepan atau bagian paling belakang dari kereta eksekutif.

Sebelumnya untuk menikmati fasilitas Kereta Wisata Prority ini hanya bisa didapatkan melalui sistem charter. Namun melihat animo masyarakat yang tinggi akan kelas priority ini akhirnya sejak 4 Agustus 2017, KA Wisata membuat sebuah terebosan yaitu tiket untuk KA pariwisata bisa dibeli perorangan .

Adapun rute yang dilayani KA Wisata baru ada dua yaitu Jakarta ke Solo dan Yogyakarta maupun sebaliknya. Waktu keberangkatan tiap Jumat malam dari Jakarta dan kembali hari Minggu.

Sebagai Travel Blogger tentunya saya berharap Kereta Wisata ini memiliki lebih banyak lagi varian destinasinya misalnya Jakarta – Malang, Jakarta – Semarang dan lain – lain. Selain itu harapannya KA Wisata Priority tidak hanya di satu gerbong saja melainkan seluruh rangkaian kereta. Dan yang tak kalah pentingnya ialah membuat sebuah paket wisata di kota yang dituju yang terintegrasi dengan tiket kereta wisata. Misalnya dibuat Paket Kereta Wisata untuk rute Jakarta – Bandung, setibanya di Bandung para pengguna jasa kereta wisata ini diajak mengeliling Bandung yang dikenal memiliki banyak tempat wisata alam, kuliner dan fashion.

 

  1. Pemugaran Aset Kereta Api yang Bernilai Sejarah Menjadi Tempat Wisata

Sejauh ini dari pengamatan saya, PT KAI telah mampu memberikan bukti kontret terkait hal ini misalnya melakukan pemugaran pada Stasiun Sawahlunto yang kini telah beralihfungsi menjadi Museum Kereta Api Sawahlunto. Museum ini merupakan museum dengan tema sejarah Kereta Api kedua di Indonesia setelah Museum Kereta Api Ambarawa. Dengan adanya Museum Kereta Api Sawahlunto tentunya menambah lengkap atraksi wisata yang bisa didapatkan kala mengunjungi Sumatera Barat yaitu Wisata Sejarah.

Stasiun Sawahlunto yang kini telah menjadi Museum Kereta Api Sawahlunto, Foto : Dokumen Pribadi

Selain itu ada juga Lawang Sewu di Semarang yang dibangun pada tahun 1904 untuk menjadi kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini sempat dibiarkan begitu saja sehingga menjadi sebuah bangunan yang amat menyeramkan. Menyadari akan hal ini, PT KAI melalui unit pelestarian benda dan bangunan bersejarah kemudian merenovasi Lawang Sewu dan mengecatnya tahun 2011 silam. Setelah dipugar bangunan tersebut nampak baru dan perlahan kesan menyeramkan telah pudar dari Lawang Sewu. Kini Lawang Sewu menjadi salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi kala berwisata di Semarang.

Salah satu sisi Gedung Lawang Sewu yang cantik di malam hari

Stasiun – stasiun aktif yang memiliki nilai historis juga tak lepas dari pengamatan PT KAI, sebagai contoh kita bisa melihat Stasiun Semarang Tawang yang terpelihara dengan baik dan masih menjaga bentuk keasliannya. Di salah satu dinding stasiun tertempel sebuah keterangan mengenai peristiwa sejarah yang pernah terjadi di stasiun ini salah satunya adalah kedatangan Presiden Soekarno disertai Sekneg Gafar Pringgodigdo di Stasiun Tawang untuk perundingan gecatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang. Disana kita juga bisa melihat adanya photo both yang menjadi sasaran wisatawan untuk berfoto ketika tiba di stasiun yang dirancang oleh arsitek belanda, Mr. Sloth Blawboer ini.

Stasiun Semarang Tawang, salah satu stasiun bersejarah di Indonesia yang dijaga dengan baik oleh PT KAI, Foto : Dokumen Pribadi

 

Photo both di Stasiun Semarang Tawang, Foto : Dokumen Pribadi

Saya dan rekan – rekan traveler lainnya yang memiliki kecintaan akan wisata sejarah berharap pihak PT KAI terus berusaha untuk memugar stasiun maupun aset PT KAI yang memiliki nilai sejarah. Dengan harapan bisa menjadi tempat wisata, seperti yang saya contohkan diatas tadi.

 

  1. Menghidupkan Kembali Mak Itam

Dulu di Sawahlunto ada sebuah jalur kereta wisata yaitu Sawahlunto – Muaro Kalaban. Namun kini ia hanyalah tinggal kenangan sebab Mak Itam mengalami kerusakan.  Mak Itam adalah nama dari sebuah loko uap dengan nomor seri E1060 buatan Jerman. Pada tahun 2008, Mak Itam dipulangkan ke tempat asalnya setelah sebelumnya menjadi koleksi Museum Kereta Api Ambarawa.

Mak Itam kembali dihidupkan sebagai salah satu obyek wisata andalan Sawahlunto untuk mengenang kejayaan industri batubara yang pernah ada di kota kecil ini. Wisatawan akan diajak berjalan di atas rel dengan rute Sawahlunto – Muara Kalaban yang berjarak sekitar 8 Km, rute ini akan melewati sebuah terowongan yang lebih dikenal dengan sebutan Lubang Kalam yang berjarak sekitar 500 meter dari Stasiun Sawahlunto, terowongan ini memiliki panjang sekitar 800 meter.

Seorang teknisi sedang melakukan pemeliharaan Mak Itam, Foto : Dokumen Pribadi

Namun sejak tahun 2013, Mak Itam tak lagi menjerit, berbagai upaya telah dilakukan agar Mak Itam kembali hidup namun rusaknya 12 pipa pemanas membuat tekanan uap yang dihasilkan dari pembakaran batu bara tidak cukup untuk menggerakan roda lokomotif.  Saya sangat berharap KAI mampu mencari cara bagaimana menghidupkan kembali Mak Itam ini agar bisa diaktifkan kembali, perlu diketahui bahwa Mak Itam begitu melegenda di Sawahlunto. Jeritannya selalu membawa kegembiraan. Dengannya, semua orang seakan langsung dibawa bernostalgia akan kejayaan masa lalu.

Apabila Mak Itam kembali hidup, saya sangat yakin wisatawan akan semakin tertarik mengunjungi Sawahlunto yang memiliki banyak bangunan  bersejarah peninggalan Hindia Belanda.

 

  1. Merevitalisasi Jalur Kereta Api Padang – Sawahlunto

Selain jalur kereta Padang – Pariaman, Sumatera Barat juga memiliki jalur kereta lainnya yaitu Jalur Padang – Sawahlunto, sayangnya jalur ini sekarang tidak aktif. Saya menaruh harapan besar agar PT KAI segera merevitalisasi jalur kereta api ini. Menurut saya, jalur kereta api Padang – Sawahlunto sangat vital. Bukan saja membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat, melainkan juga mendukung sektor pariwisata karena wisatawan akan dimanjakan dengan panorama Air Terjun Lembah Anai, Bukit Barisan dan Danau Singkarak. Jika jalur ini dihidupkan kembali kelak ia akan menjadi jalur kereta api terindah di Indonesia!

Salah satu sisi jalur kereta api Padang – Sawahlunto yang berdampingan dengan obyek wisata Air Terjun Lembah Anai, Foto : Instagram @mmcproduction

Penutup

Itulah secuil harapan saya kepada Kereta Api Indonesia, semoga saja KAI bisa mewujudkannya sebab pengembangan sektor pariwisata berbasis kereta api ini telah dilakukan oleh negara – negara maju. Maka Indonesia tidak boleh tinggal diam dengan segenap potensi yang dimilikinya.

Akhir kata saya ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke 72 untuk Kereta Api Indonesia, maju terus Perkeretaapian Indonesia!

About Author

Muhammad Catur Nugraha
Muhammad Catur Nugraha
Sempat bekerja selama 4 tahun sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang kontruksi bangunan lepas pantai. Kecintaanya terhadap kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumbar sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Leave a Reply

*