Lebaran masih jauh, tapi biasanya bagi para pekerja di Jakarta semenjak H-3 bulan sudah mulai gencar mencari – cari tiket untuk pulang ke kampung halaman. Begitu juga dengan saya, meski saya lahir dan besar di Jakarta namun darah Minang dari bapak dan ibu tetap mengalir sehingga pulang ke Padang saat lebaran menjadi suatu kewajiban, sekalian

Cabo de Flores yang artinya Tanjung Bunga, adalah nama yang diberikan oleh S.M Cabot untuk menyebut wilayah paling timur dari Pulau Flores. Nama ini kemudian digunakan secara resmi sejak tahun 1636 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Brouwer. Penamaan Flores untuk pulau yang merupakan salah satu dari empat pulau besar yang berada di wilayah Provinsi

Alhamdulillah, setelah dirancang selama 3 bulan, akhirnya trip Jelajah Sumbar yang pertama kali diadakan ini berjalan dengan lancar. Peserta berjumlah 23 orang yang berasal dari berbagai daerah diantaranya Jakarta, Cilegon, Medan dan Padang Sidempuan. Kekhawatiran sempat melanda kepada para peserta terkait trip ini, bagaimana tidak? Dari mulai dicetuskannya trip ini hingga menjelang hari H terdapat

Bagi kamu yang mencintai dunia travelling alias jalan – jalan dan sekarang memiliki keinginan untuk menceritakannya ke dalam sebuah tulisan namun masih belum tau bagaimana harus memulainya, selamat! Kamu telah meng-klik link yang tepat, karena di artikel kali ini Jelajah Sumbar akan berbagi ilmu dan pengalaman mengenai Travel Writing. Materi ini saya dapatkan setelah mengikuti

Obyek wisata unik berupa jembatan akar tidak hanya dimiliki Baduy, Banten,  semata. Sumatera Barat pun juga memilikinya. Jembatan akar ini bernama Jembatan Akar Bayang. Jembatan akar Bayang berada di Kampung Pulut – pulut, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara. Untuk menuju ke lokasi cukup mudah karena terdapat plang petunjuknya. Dari kota Padang arahkan kendaraan menuju Painan,