Acara pacu anjing selesai, para peserta telah meninggalkan area Lapangan Ombilin. Suasana yang tadinya riuh menjadi sepi. Sementara itu sebagian anak – anak masih bertahan disana, mereka bermain lari – larian, beradu siapa yang paling cepat. Baca juga : Serunya Acara Pacu Anjing Sawahlunto Mendekati waktu maghrib, saya kembali ke hotel. Membersihkan diri setelah perjalanan

“kenapa bus-nya berhenti?” tanya saya pada ayah “Ada yang mau turun disini” jawab ayah “Sawahlunto, Sawahlunto, Sawahlunto” teriak sang kondektur yang suaranya bisa membangunkan orang – orang dalam bus yang kami tumpangi dari Terminal Rawamangun ini. Rupanya kami telah tiba di Simpang Muara Kalaban, orang Sawahlunto yang naik bus melalui Jalan Lintas Sumatera akan turun

Tengah hari tiba, Menara – Menara masjid berdengung melantunkan adzan. Saya tersadar dari lamunan tentang kehidupan. Ini adalah hari Jum’at, hari dimana bagi umat muslim pria diwajibkan untuk melaksanakan ibadah Shalat Jum’at. Dari Danau Kembar Resort saya menuju masjid terdekat. Nantinya usai shalat saya akan menuju Taman Panorama Danau Kembar. Baca Juga : Danau Diatas

Suasana di Kebun Teh Alahan Panjang cukup melenakan, kalau tidak ingat bahwa hari itu ialah Jum’at maka saya bisa berlama – lama santai disana. Sebelum hari beranjak semakin siang, saya kembali melanjutkan perjalanan menuju Danau Diatas. Baca juga : Kebun Teh Alahan Panjang Setelah beberapa menit dari kebun teh, di sebelah kanan, terlihat Danau Diatas.

Dari Masjid Tuo Kayu Jao, saya kembali melanjutkan perjalanan panjang ini. Mungkin rute perjalanan yang paling saya sukai adalah hari pertama ini, sebab saya melewati jalan yang berada di wilayah pegunungan sehingga sepanjang perjalanan hawa dingin mengiringi. Target saya selanjutnya adalah singgah di Kebun Teh Alahan Panjang. Baca Juga : Masjid Tuo Kayu Jao, Salah