Pagi itu cuaca tidak begitu cerah, barisan awan masih menutup sebagian dari langit. Sehari sebelumnya hujan mengguyur Kota Bukittinggi. Saya kembali datang di Bukittinggi di akhir September yang basah. Kedatangan saya kesini tentu saja untuk melepas rindu bersama Agus dan Bang Rangga. Kalau kami sudah berkumpul, biasanya kami selalu merencanakan sebuah perjalanan. Apakah itu berkunjung

“hati – hati di jalan, Catur” ucap Oma ketika melepas saya pergi pagi itu Saya harus berangkat sepagi mungkin agar sore nanti saya telah tiba di Sawahlunto. Rute hari pertama ini adalah Padang – Sitinjau Laut – Alahan Panjang – Danau Kembar – Solok – Sawahlunto. Sebenarnya Sawahlunto bisa ditempuh dalam waktu 3 jam dari

Kisah petualangan kami di Lembah Harau dalam rangka menghadiahi Agus yang baru saja melepas masa bujangnya masih berlanjut. Setelah memacu adrénaline dengan mengeksplore air terjun tujuh tingkat, selanjutnya kami hendak mendaki ke Ngalau Seribu. Ngalau adalah sebutan bagi orang Minang untuk menyebut goa. Seribu disini bukan berarti goanya ada seribu. Penyebutan seribu biasa ditujukan untuk

Sebenarnya saya agak malas untuk menuliskan cerita saat mengunjungi Air Terjun Lubuk Hitam ini, karena tidak ada foto yang bagus ditambah lagi waktu saya kesana bersama Bang Tri, kami tidak menemukan air terjunnya. Justru yang ada kami malah nyasar ke puncak air terjunnya! Baca juga : Petualangan Mengeksplore Air Terjun Tujuh Tingkat di Lembah Harau

Air terjun di Lembah Harau ada banyak, mulai dari yang terlihat langsung di depan mata hingga yang tersembunyi diantara rindangnya hutan dan pepohonan. Orang lokal di Lembah Harau menyebut air terjun dengan sebutan sarasah. Sarasah Aka Barayun, Sarasan Bunta, Sarasah Aie Luluih dan Sarasah Aie Angek adalah nama – nama air terjun yang telah saya