Catatan Perjalanan 6 Hari Keliling Sumbar : Kembali Ke Puncak Aua Sarumpun
image of 1140x530

Riuh di Pagi Hari

Hooooiii, sia nan lalok disitu?

Tampek urang mandi, tacirik, inyo lalo disitu!

Suara hardikan dari ibu – ibu yang memiliki tingkat intensitas suara setaraf dengan suaranya mamah Dedi ketika menjawab pertanyaan jamaah-nya terdengar dari luar tenda. Suara itu seolah menarik arwah saya yang sedang asik bermain – main di dunia lain kembali ke dalam raga. Saya terkejut dan terbangun.

Gemiricik air terdengar sangat jelas, saya buka sedikit resleting tenda, lalu melihat keadaan disekitar.

OMG! Banyak ibu – ibu lagi pada mandi, disebelah timur laut sana ada orang yang sedang asik “nongkrong” seolah tidak peduli dengan keadaan disekitarnya.

Panik! Saya bangunkan Alwan yang masih terlelap dalam tidurnya.

Kami segera merapikan tenda dengan cepat, mungkin ini adalah rekor saya tercepat meringkas tenda ke dalam tas di seumur hidup ini.

Kami bergegas melarikan diri dari omelan ibu – ibu itu. Fyuuuuh.. salah tempat ternyata.

 

Menuju Aua Sarumpun

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan informasi tentang penyelenggaraan Pacu Jawi di Tanah Datar, dan untuk tahun ini pada dua minggu pertama diadakan di Jorong Galo Gandang yang masuk ke dalam Kenagarian Rambatan.

Itulah mengapa kami berada di wilayah Kabupaten Tanah Datar dari hari sebelumnya.

Pacu Jawi biasanya dimulai saat tengah hari, maka dari itu di pagi itu sebelum ke Galo Gandang saya ingin membawa Alwan ke sebuah tempat yang sangat indah.

Dari tepian Danau Singkarak, saya pacu kuda besi ini kembali melewati Jalan Raya Ombilin – Batusangkar. Tepat pada Km 4 jalan ini, saya arahkan ke kiri, melewati jalan setapak yang terus menanjak.

Jalan ini nantinya berakhir pada sebuah puncak bukit bernama Aua Sarumpun. Tempat dimana seharusnya kami membuka tenda semalam, tapi karena rasa takut diserang babi hutan di malam hari kami urung kesini.

Pada Februari lalu, saya sudah pernah mengunjungi puncak bukit ini bersama Wilma dan adik – adiknya. Saya jatuh cinta pada Aua Sarumpun pada kedatangan saya yang pertama dimana ketika tiba disambut oleh bayu sore yang menyejukkan, serta semburat cahaya keemasan dari arah barat yang lambat laun hilang karena terhalang oleh bukit yang menjadi penjaga Danau Singkarak.

Kini saya datang kembali bersama Alwan, tidak ada orang selain kami waktu itu, sepi, bahkan suara hati saja sampai bisa terdengar. Kabut tibis di pagi hari membuat suasana makim muram.

Alwan terduduk lesu, sepertinya masih kurang tidur atau lelah karena kami sudah memasuki hari ke empat.

Sepertinya dia lelah
Sepertinya dia lelah

Perlahan kabut tipis itu terusir oleh kedatangan sinar mentari. Saatnya mengabadikan keindahan Aua Sarumpun.

Nama Aua Sarumpun diambil karena di puncak bukit ini terdapat serumpun pohon bambu
Nama Aua Sarumpun diambil karena di puncak bukit ini terdapat serumpun pohon bambu
Panorama Danau Singkarak dari Puncak Bukit Aua Sarumpun
Panorama Danau Singkarak dari Puncak Bukit Aua Sarumpun

singkarak

Panorama Gunung Marapi
Panorama Gunung Marapi

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Avatar
September 29, 2016
Sumbar, Bukit Tinggi, jatuh cinta pada injakan kaki pertama, dan perjalananku belum tuntas di sana. Semoga bisa kembali lagi.
jelajahsumbar
September 30, 2016
Aamiin, bilo ka baliak uda?
Avatar
September 29, 2016
sumbar emang ga ada matinya yes! ntap ngets! salken broh! main main ke blog saya juga yes :D
jelajahsumbar
September 30, 2016
Yups. salam kenal kembali Meluncur ke TKP
December 7, 2016
[…] kala itu berlangsung di Jorong Galo Gandang yang berada di wilayah Nagari Rambatan. Setelah menyaksikan pemandangan Danau Singkarak di Puncak Bukit Aua Sarumpun. Kami segera menuju ke lokasi karena dari info yang saya dengar, Pacu Jawi biasanya dimulai jam 10 […]

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.