Review Homestay Lembah Harau – Puti Sari Banilai
homestay lembah harau

Lembah Harau menjadi salah satu destinasi yang kami tuju untuk mengisi cuti liburan 10 hari di Sumbar. Kedatangan kami ke Lembah Harau terasa spesial, sebab biasanya kami membawa tamu Jelajah Sumbar kesini. Namun, kali ini yang kami bawa adalah anak dan istri. Tak hanya itu, biasanya kalau ke Lembah Harau, agendanya paling hanya bermain air di air terjun, foto di panorama setelah itu pulang. Kali ini kami hendak menikmati Lembah Harau lebih lama lagi dengan menginap.

Urusan mencari homestay di Lembah Harau bukanlah perkara yang sulit, saat ini setidaknya sudah ada 34 homestay yang siap menampung wisatawan. Salah satunya adalah Homestay Puti Sari Banilai milik Bapak Yunus.

Baca juga : Liburan di Lembah Harau, Anda Bisa Menginap di 4 Homestay Ini!

Lokasi homestay mudah sekali ditemui yakni hanya sekitar 400 meter dari pintu loket pembelian tiket masuk Lembah Harau.

Nah rencananya kami ingin menginap disana selama satu malam. Rasanya seperti apa ya? Apalagi dari kabar yang kami dengar, katanya Bapak Yunus telah membangun satu cottage baru yang ukurannya lebih minimalis daripada cottage sebelumnya.

Kami tiba di lokasi dan disambut oleh Bapak Yunus yang baru saja pulang dari masjid usai menjalani salat ashar.

Dan kebetulan sekali, cottage yang baru ini sedang kosong, jadinya bisa kami tempati untuk menginap.

Oleh Bapak Yunus, cottage barunya diberi nama Pondok Rambun Paneh. Nama Rambun Paneh diambil dari nama tokoh dalam kisah legenda asal usul terbentuknya Lembah Harau yang diceritakan secara turun temurun. Rambun Paneh sendiri dikisahkan sebagai suami dari Puti Sari Banilai.

“penggunaan nama dari tokoh legenda ini dengan tujuan mengenalkan kepada tamu kami tentang cerita asal usul Lembah Harau yang merupakan salah satu warisan budaya yang kita punya” kata Bapak Yunus

Bangunan Pondok Rambun Paneh ini didominasi penggunaan kayu, jadi terasa banget layaknya berada di desa.

Cottage ini memiliki dua lantai dan dua kamar tanpa sekat, jadi cocoknya memang bagi tamu keluarga. Kasurnya menggunakan twin bed lengkap dengan selimutnya dan di dalam kamar disediakan karpet untuk bersantai, TV Flat, handuk, lemari pakaian, dispenser, kipas angin, kopi, teh dan gula. Lengkap banget pokoknya, berasa di rumah sendiri.

Kamar di lantai bawah

 

Ruangnya cukup luas, bisa menampung hingga 8 orang

 

Kamar di lantai atas

 

Fasilitas yang tersedia di dalam kamar, lengkap banget untuk ukuran homestay

Untuk toiletnya menggunakan WC duduk dan shower untuk mandi. Toilet yang terbilang modern untuk ukuran homestay. Yang paling penting, toiletnya bersih. Di Pondok Rambun Paneh sendiri tersedia 3 toilet, dua diantaranya ada di luar bangunan.

 Homestay Puti Sari Banilai memiliki ruang terbuka hijau yang luas, bisa digunakan untuk barbeque party atau untuk mengisi agenda outbound. Tak hanya itu disini juga tersedia kolam pancing, alat pancingnya bisa dipinjam secara percuma. Anda hanya harus membayar ikan yang anda tangkap, per kg hanya Rp 40 ribu saja.

Bagi saya yang menjadi homestay ini terasa istimewa adalah panorama tebing – tebing terjal yang begitu indah dilihat dari sini. Ada Bukit Jambu, ada juga Bukit Sirangkang yang terlihat dari sini.

Panorama yang terlihat di Homestay Puti Sari Banilai

 

Panorama arah Timur

Di lantai atas Pondok Rambun Paneh terdapat balkon untuk menyaksikan panorama. Asiknya, balkon ini menghadap ke arah timur, jadi cocok banget untuk menyaksikan sunrise.

Panorama sunrise

Kami puas banget menginap semalam disini, rasanya ingin menambah hari untuk staycation menikmati suasana Lembah Harau yang begitu syahdu dikala langit mulai menggelap.

 

Harga Homestay

Tarif menginap di Homestay Puti Sari Banilai terbilang terjangkau yakni

Cottage Besar (Pondok Puti Sari Banilai), Rp 650.000 per malam

Cottage Sedang (Pondok Rambun Paneh), Rp 550.000 per malam

Tiap cottage menyediakan fasilitas Kasur untuk 4 orang. Jadi kalau dibagi empat, biaya menginapnya jadi terjangkau kan?

Idealnya homestay ini diisi oleh 4 orang, jika anda membawa tambahan personel lebih dari itu juga diperbolehkan dengan catatan dikenakan tambahan biaya Rp 10 ribu per kepalanya. Namun jika ingin menambah fasilitas extra bed dikenakan Rp 75 ribu untuk Kasur tebal, sedangkan bagi yang mau hemat bisa menggunakan Kasur tipis/Kasur Palembang. Kalau yang ini hanya kena biaya tambahan Rp 50 ribu.

Harga ini belum termasuk sarapan, namun jangan khawatir. Di seberang homestay ada yang menjual menu sarapan pagi dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 7 ribu. Menu yang tersedia diantaranya nasi goreng, lontong sayur dan lontong pical.

 

Contact Person

Bapak Yunus, bisa dihubungi di nomor 0852-6340-7771

Bisa juga dengan menghubungi admin kami, Uda Rangga, 0852-2047-3373

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Avatar
September 10, 2019
Halo Mas Catur, bagaimana kabarnya? Semoga dalam keadaan yang sehat walafiat ya mas. Terima kasih banyak atas ulasannya mengenai Puti Sari Banilai dan kunjungannya.

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.