Jelajah Sumbar Part 3 : Danau Diatas

Suasana di Kebun Teh Alahan Panjang cukup melenakan, kalau tidak ingat bahwa hari itu ialah Jum’at maka saya bisa berlama – lama santai disana. Sebelum hari beranjak semakin siang, saya kembali melanjutkan perjalanan menuju Danau Diatas.

Baca juga : Kebun Teh Alahan Panjang

Setelah beberapa menit dari kebun teh, di sebelah kanan, terlihat Danau Diatas. Namun, dimana jalan menuju tepiannya?

Saya tiba di sebuah persimpangan dan bertanya kepada pemilik warung yang ada di simpang itu.

“Kalau mau ke Danau, ambil kanan aja, jalan menurun nanti kamu sampai di tepiannya” katanya

Saya ikuti arahan tersebut dan sampailah saya di tepian Danau Diatas dimana terdapat sebuah dermaga dari kayu yang sedang dalam tahap perbaikan.

Dermaga di Danau Diatas yang sedang diperbaiki

 

Kapal dari fiberglass milik dishub setempat

Mungkin karena hari Jum’at maka suasananya sepi, saat itu hanya ada tukang yang sedang memperbaiki dermaga. Salah satu dari mereka mendekati saya.

“Kalau mau cari tempat yang bagus untuk foto, harusnya kamu ke villa, kelihatan kok dari sini, itu yang banyak pohon pinusnya”

“paling dari sini sekitar 5 kilometer lah” tambahnya lagi

Sebelum menuju tempat yang dimaksud, saya sempatkan untuk mengambil beberapa foto disini.

Saya kembali ke jalan utama yang searah dengan jalan menuju Muara Labuh, sesuai arahan dari tukang tadi, saya menuju villa. Villa apa? Hemm..

Tapi rupanya warga sekitar sudah sangat paham, jika kita bertanya tentang villa Danau Diatas maka mereka akan memberi petunjuk ke obyek wisata Alahan Panjang Resort/Danau Diatas Resort dimana selain ada villa yang bisa digunakan untuk menginap disini juga ada Convention Hall.

Suasana di Danau Diatas Resort

Terdapat sebuah pos tempat pembayaran retribusi masuk ke kawasan resort, namun ketika itu sedang tidak ada penjaganya sehingga saya bisa melenggang begitu saja.

Danau yang cantik, tapi di tepiannya banyak sampah

Memang benar kata tukang tadi, tempat ini begitu cantik dan indah hanya saja saya dikecewakan dengan banyaknya sampah yang ada di tepian danau ini. Membuat mood untuk mengambil foto menjadi berantakan.

Dermaga yang biasa dijadikan tempat untuk mengambil foto oleh wisatawan
Sebuah karamba di tengah Danau Diatas

Bersambung ke Taman Panorama Danau Kembar

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Leave a Reply