Berjumpa Dengan Siti Nurbaya di Gunuang Padang
image of 1140x530

Gunuang Padang, ya harus ditulis begini agar tidak sama dengan Gunung Padang yang ada di Cianjur. Sedari dulu obyek wisata yang lokasinya berdekatan dengan Jembatan Siti Nurbaya ini bikin saya penasaran. Sebagai salah satu tempat wisata di Padang yang cukup terkenal dan sangat erat dengan Legenda Siti Nurbaya sudah seharusnya saya mengunjunginya. Namun, sudah beberapa kali saya liburan di Padang belum pernah sempat kesini.

Akhirnya, di bulan awal bulan April 2016 ketika saya kembali ke Kota Padang Kota Tacinto ini, saya menyempatkan untuk mengunjungi Gunuang Padang. Lokasi Gunuang Padang Sumatera Barat ini berada di sebelah selatan dari muara Sungai Batang Arau. Secara administratif, Gunung Padang masuk dalam wilayah Kelurahan Kampun Seberang Pabayang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

How To Get There?

Untuk menuju Gunuang Padang cukup mudah, setelah menyeberangi Jembatan Siti Nurbaya, ambil arah jalan ke kiri. Terus ikuti jalan ini yang nantinya berujung di pintu gerbang kawasan wisata Gunuang Padang.

Tiket Masuk

Untuk masuk ke dalam kawasan wisata Gunuang Padang tiap orangnya dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 untuk orang dewasa, sedangkan untuk anak – anak hanya Rp3.000

Ada Apa Aja Disini?

Jawabnya banyak! Jalan sebentar dari gerbang masuk, kita sudah menemukan sisa  benteng dan bunker pertahanan peninggalan masa pendudukan Jepang lengkap dengan meriamnya.

Benteng pertama bernama Pilboks, berbentuk empat poligon setengah lingkaran
Benteng pertama bernama Pilboks, berbentuk empat poligon setengah lingkaran
Benteng kedua, bentuknya seperi atap rumah dimana tertulis BOW, benteng ini menjadi tempat favorit untuk berfoto
Benteng kedua, bentuknya seperi atap rumah dimana tertulis BOW, benteng ini menjadi tempat favorit untuk berfoto

Setelah melihat – lihat benteng dan bunker tersebut, saya melanjutkan perjalanan menelusuri anak tangga yang merupakan akses menuju puncak Gunuang Padang. Menjelang sampai puncak, terdapat sebuah celah batu dengan tangga menurun. Karena penasaran saya mencoba memasukinya, ternyata terdapat sebuah makam yang dipercaya sebagai makam Siti Nurbaya. Siti Nurbaya sendiri merupakan tokoh utama dari sebuah kisah roman klasik “Siti Nurbaya : Kasih Tak Sampai” karya Marah Rusli. Dalam cerita tersebut disebutkan bahwa cinta Siti Nurbaya kepada kekasihnya, Syamsul Bahri terpaksa diputuskan oleh takdir dan Siti Nurbaya terpaksa menikah dengan Datuk Maringgih karena jeratan hutang orang tuanya. Ondeh mandeh, sadiah bana kisahnyo. Baiklah, Cukup Siti Nurbaya yang mengalami pahitnya dunia, begitu kata Dewa 19. Saya pun melanjutkan lagi langkah kaki saya menuju puncak yang tidak jauh lagi.

Menuju Puncak Gunung Padang, pengunjung akan melewati anak tangga yang telah dibeton serta diberi pengaman pada tiap sisinya sehingga aman untuk dilewati
Menuju Puncak Gunung Padang, pengunjung akan melewati anak tangga yang telah dibeton serta diberi pengaman pada tiap sisinya sehingga aman untuk dilewati
Makam Siti Nurbaya
Makam Siti Nurbaya

Akhirnya setelah berjalan santai selama 30 menit, saya sampai di puncak Gunuang Padang yang diberi nama Taman Siti Nurbaya. Taman yang memiliki luas sekitar 180 meter persegi ini dihiasi oleh pepohonan yang rindang sehingga suasana sekitarnya selalu teduh meski matahari sedang terik, bikin betah siapapun yang ada disini. Buktinya, banyak muda mudi yang menghabiskan waktu bersama disini apalagi menjelang sore, taman ini akan semakin ramai.

Puncak Gunung Padang yang diberi nama Taman Siti Nurbaya dihiasi oleh pepohonan yang rindang sehingga sejuk meski di siang hari yang terik
Puncak Gunung Padang yang diberi nama Taman Siti Nurbaya dihiasi oleh pepohonan yang rindang sehingga sejuk meski di siang hari yang terik
Muda - mudi menghabiskan waktu bersama di Taman Siti Nurbaya
Muda – mudi menghabiskan waktu bersama di Taman Siti Nurbaya

Bagi pencinta fotografi, Taman Siti Nurbaya merangkum lengkap berbagai panorama indah yang siap dijadikan bidikan kamera anda. Di sebelah utara dan timur, kita bisa melihat garis Pantai Padang serta pemukiman, gedung – gedung menjulang di Kota Padang, yang paling menarik perhatian adalah Masjid Raya Sumatera Barat karena bentuknya yang unik dan terlihat paling besar diantara gedung lainnya. Puas foto – foto disini, saya mencari spot lainnya tepatnya di arah selatan dimana kita bisa menyaksikan Pantai Air Manis beserta Pulau Pisang Kecil dan Pulau Pisang Besar. Jika kita bergerak ke arah barat maka yang dilihat adalah Samudera Hindia yang terhampar luas, semakin cantik ketika menjelang senja.

Landscape panorama di arah timur berupa garis pantai Padang serta bangunan - bangunan yang ada di Kota Padang
Landscape panorama di arah timur berupa garis pantai Padang serta bangunan – bangunan yang ada di Kota Padang
Pantai Air Manis dan Pulau Pisang Kecil, panorama ini bisa didapatkan jika kita bergerak ke arah selatan
Pantai Air Manis dan Pulau Pisang Kecil, panorama ini bisa didapatkan jika kita bergerak ke arah selatan

Oh iya, di sekeliling Taman Siti Nurbaya banyak berkeliaran monyet ekor panjang yang dalam bahasa latin disebut Macaca vascicularis jadi harap waspada dengan barang bawaan ya apalagi yang membawa makanan, namanya juga hewan liar apalagi karena seringnya mereka diberi makan oleh pengunjung, membuat monyet – monyet yang tadinya mencari makan di alam menjadi bergantung pada manusia. Dan yang paling penting adalah untuk senantiasa menjaga kebersihan di kawasan wisata Gunuang Padang. Buanglah sisa bungkus makanan di tempat yang telah sediakan, jadilah pengunjung yang bijak. Oke.. oke..

Sangat disayangkan jika tempat indah seperti ini harus dinodai dengan sampah - sampah yang berserakan
Sangat disayangkan jika tempat indah seperti ini harus dinodai dengan sampah – sampah yang berserakan

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

October 11, 2016
[…] banyak jalur landainya selain itu pemandangan di jalur ini sangat indah yaitu berupa sabana serta Gunung […]

Leave a Reply