Pedas Nikmat Dendeng Balado dan Legit Gurihnya Bubur Kampiun di Rumah Makan Aie Badarun
dendeng_rumah_makan_aie_badarun

Setelah menempuh perjalanan sekitar 70 kilometer dari Padang yang memakan waktu sekitar 2,5 jam. Kami tiba di Nagari Aie Angek, sebuah nagari yang berada dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar. Perjalanan yang cukup panjang membuat kami dilanda rasa lapar dan kami memutuskan untuk mengobati rasa lapar ini di Rumah Makan Aie Badarun.

Rumah Makan Aie Badarun sangat mudah ditemui, lokasinya sangat strategis yakni tepat di pinggir Jalan Raya Padang Panjang – Bukittinggi. Jika datang dari arah Padang Panjang, rumah makan ini berada di sebelah kanan jalan.  Tepat di seberangnya ada Aie Angek Cottage, jadi gampang banget deh nemuinnya.

lokasi_rumah_makan_aie_badarun
Rumah Makan Aie Badarun di Nagari Aie Angek, Tanah Datar

Well, Rumah Makan Aie Badarun memiliki ruang yang luas yang bisa menampung banyak pengunjung. Disini tersedia juga lesehan bagi yang suka makan dengan suasana lebih dekat dan akrab.

Daftar menu yang dipajang di dinding menampilkan masakan – masakan khas Minang yang begitu menggiurkan. Tapi anda tidak perlu repot – repot memesannya satu per satu, sebab SOP disini sama seperti di rumah makan Padang lainnya yakni semua lauk dan nasi dihidang di atas meja. Dan silahkan memilih lauk yang anda suka!

Berbagai macam lauk dihidang di atas meja

Menu favorit di Rumah Makan Aie Badarun ialah dendeng balado. Duh, saya tak bisa membayangkan betapa lezatnya dendeng balado di rumah makan ini. Pokoknya enak banget. Gurihnya daging dendeng berpadu dengan sambal cabai merah yang agak pedas, membuat pasangan ini cocok banget disantap bersamaan. Apalagi suhu udara di Aie Angek cenderung sejuk. Pas banget deh!

Dendeng belut balado yang enak banget

Menu lainnya juga tak kalah enak untuk disantap misalnya Sop daging, ayam sayur, dendeng belut (favorit saya juga nih), rendang dan banyak lagi.

Selain makanan berat, Rumah Makan Aie Badarun juga menyediakan menu ringan lho!

Cobain Juga Bubur Kampiunnya!

Saat melangkah masuk, di sisi kiri tampak aneka bubur dan hidangan manis lainnya. Ya, itulah bubur kampiun khas Minang yang terdiri dari campuran berbagai bubur. Ada bubur sumsum, bubur kacang hijau (kalau orang Minang  menyebutnya Kacang Padi), bubur ketan hitam, bubur candil, bubur delima dan kolak pisang dicampur menjadi satu dan dijadilah Bubur Kampiun.

Saat memasuki rumah makan, di sisi kiri anda akan menemukan hidangan ini

Rasanya dari bubur kampiun tak perlu diragukan, sesuai dengan namanya bubur ini rasanya juara. Paduan antara gurih dari santan kelapa dan legit dari gula merah dan campuran bubur lainnya, menjadikan bubur kampiun Aie Badarun memiliki aneka rasa (rame rasanya), namun tak saling berlawanan malah berpadu apik.

Sedang melayani pengunjung yang membeli bubur Kampiun

Rasa manis menjadi tak terlalu kuat karena adanya santan yang gurih dan bubur sumsum yang terbuat dari tepung beras. Begitu pun sebaliknya, gurih santan mampu diimbangi gula merah. Cocok dinikmati sebagai cemilan ketika di anda melanjutkan perjalanan.

Baca juga : Rekomendasi Rumah Makan Enak di Payakumbuh

Kami sangat merekomendasikan Rumah Makan Aie Badarun, selain karena menu makanan, minuman serta makanan selingannya yang begitu lengkap. Fasilitas di rumah makan ini juga sangat menunjang dalam aktivitas pariwisata misalnya tersedianya lahan parkir yang luas, toilet serta mushala. Pokoknya kalau anda sedang melintasi Aie Angek, singgahlah kesini!

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Sempat bekerja selama 5 tahun sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Leave a Reply