Menyantap Kelezatan Gulai Kepala Ikan Karang di Rumah Makan Pak Malin
gulai_kepala_ikan_karang

Selain rendang, dendeng, ayam pop, gulai tunjang. Sumatera Barat masih memiliki menu makanan lainnya yang pastinya tak kalah lezat dan nikmat seperti Gulai Ikan Karang. Di Kota Padang, menu yang satu ini dapat dengan mudah ditemui di setiap rumah makan yang ada di wilayah Bungus. Salah satu rumah makan yang ada disana dan kerap kali saya kunjungi waktu pulang kampung ialah Rumah Makan Pak Malin.

Di banding rumah makan lainnya di Bungus, lokasi Rumah Makan Pak Malin bisa dikatakan tidak strategis. Lokasinya tidak berada di tepi jalan utama. Jadi setelah kita sampai di Bungus atau patokannya Tempat Pelelangan Ikan, teruskan perjalanan hingga di sebelah kiri ada Gardu Induk PLN Bungus. Setelah gardu itu, nantinya ada pertigaan, lalu ambilah jalan ke kiri. Dari pertigaan ini, Rumah Makan Pak Malin ada sekitar 100 meter lagi.

Jika dilihat pertama kali, Rumah Makan Pak Malin terlihat kecil dan sederhana

Jika dilihat dari luar, nampak Rumah Makan Pak Malin terlihat kecil namun setelah kita masuk ke dalamnya, ternyata rumah makan ini memiliki tempat yang cukup luas untuk menampung banyak orang. Kita bisa memilih duduk di tempat yang kita suka, saya sendiri selalu memilih di tempat lesehan sebab dari sini saya bisa melihat hijaunya hamparan sawah, perbukitan serta mendengar suara bebek yang sedang bermain di sekitarnya.

Tempat duduk lesehan

 

Dari tempat lesehan, kita bisa memandang sawah dan perbukitan

Saya selalu datang ke rumah makan ini sebelum memasuki jam makan siang, sebab pada saat tengah hari rumah makan Pak Malin akan dipenuhi oleh pengunjung yang mengincar kelezatan Gulai Kepala Ikan Karang yang menjadi menu andalan disini.

Kalau sudah masuk jam makan siang, semua tempat duduk terisi penuh

Gulai Kepala Ikan Karang berbahan dasar ikan yang biasanya hidup di sekitar karang seperti ikan kerapu, ikan kerang dan ikan kakap. Ikan – ikan ini diambil langsung dari Tempat Pelelangan Ikan Bungus, jadi ikan yang digunakan di rumah makan ini terjamin kesegarannya.

Kepala ikan disajikan dengan kuah gulai yang melumurinya. Tekstur gulainya tidak terlalu kental seperti gulai biasanya. Kuah yang terdiri dari perpaduan antara kunyit, lengkuas, dan cabai membuat gulai kepala ikan karang ini tidak meninggalkan rasa amis ikan ketika anda mengecapnya.

lezatnya_gulai_kepala_ikan
Gulai Kepala Ikan Karang yang siap anda santap

Dengan teknik memasak yang baik, Ikan yang dihasilkan juga memiliki tekstur yang lembut. Daging ikan tidak hancur atau terlalu lunak. Bumbu gulai meresap penuh pada kepala ikan tersebut.

Duh jadi lapar ya!

Seporsi Gulai Kepala Ikan Karang di Rumah Makan Pak Malin dihargai mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 250 ribu, tergantung dari ukurannya. Untuk nasinya per kepala dikenai Rp 10 ribu, sudah termasuk sarok – saroknyo yang terdiri dari daun singkong rebus, keripik sanjay, sambal hijau dan sambal jengkol.

Daun singkong rebus dan sambal jengkol sebagai teman santap gulai kepala ikan

Tidak hanya Gulai Kepala Ikan, rumah makan ini juga menyediakan menu lainnya seperti gulai kepiting (wah mantap juga yang satu ini), ayam balado, ikan bakar, serta gulai ikan yang menyajikan daging ikan dari tubuh ikan.

Ikan bakarnya juga enak!

 

Yang gag punya pantangan dengan kolesterol, bisa tambah kepiting, hehe!

Jadi, rumah makan ini bisa anda jadikan daftar wajib kunjungan wisata kuliner di Kota Padang, kami sangat merekomendasikannya. Ya, selain Pondok Ikan Bakar Khatib Sulaiman di Pantai Padang. Jelajah Sumbar juga selalu mengajak tamu – tamunya  untuk menikmati Gulai Kepala Ikan Karang di Rumah Makan Pak Malin. Dan semuanya mengatakan, ENAK! TAMBUAH CIYEK!

Baca juga, Makan Ikan Bakar Enak di Tepi Pantai Padang disini Tempatnya!

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Sempat bekerja selama 5 tahun sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Leave a Reply