Bersyukur Bisa Nyobain Sate Mak Syukur Padang Panjang
sate mak syukur padang panjang

Usai mengunjungi obyek wisata Air Terjun Lembah Anai, kami melanjutkan perjalanan. Dan tibalah kami di Kota Padang Panjang. Sebuah kota kecil yang luasnya hanya 23 Km2. Dengan luasnya tersebut kota yang memiliki julukan Serambi Mekah ini termasuk dalam 10 kota terkecil di Indonesia.

Di Padang Panjang ada destinasi wisata kuliner yang sering kali menjadi sasaran wisatawan yang datang dari luar Sumatera Barat. Pejabat – pejabat yang datang dari ibukota bahkan Presiden sekalipun, tiap kali berkunjung ke Sumatera Barat, menyempatkan diri untuk singgah disini.

Tempat kuliner yang saya maksud adalah Sate Mak Syukur.

Lokasi Sate Mak Syukur

Sate Mak Syukur berada di Jalan Sutan Syahrir No. 250, Silaing Bawah, Kota Padang Panjang. Jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan antara Kota Padang dengan Kota Bukittinggi. Jadi orang yang dari Padang menuju Bukittinggi atau sebaliknya pasti melewati Sate Mak Syukur.

Jam menujukkan pukul 11:00 WIB, saat kami tiba di parkiran Sate Mak Syukur. Belum masuk jam makan siang jadi masih sepi pengunjung. Coba saja datang pada waktu makan siang, anda akan kesulitan menemukan tempat parkir.

Masuk ke dalam, kami langsung disambut oleh salah satu pelayan. Kami pun memesan 3 porsi sate. Di atas meja, tersedia kudapan khas Minangkabau yaitu Lapik Bugih. Kue ini terbuat dari bahan dasar tepung ketan dan parutan kelapa.

Untuk minumannya tersedia air mineral, teh, kopi dan aneka jus. Oh iya, teh telur juga ada disini. Saya coba memesannya. Ketika disajikan, tampilan teh telurnya tidak begitu menarik dan tanpa ada jeruk nipis seperti biasanya.

Baca juga : Teh Telur Lima Tingkat Khas Warkop Mak Etek

Dalam waktu yang tidak cukup lama, pesanan kami sudah siap. Pelayanannya sangat cepat, sebab memang sudah disiapkan dengan cermat.

Jadi saat kita memasuki Sate Mak Syukur ini, kita bisa melihat proses pembuatan sate. Ada yang bertugas untuk mengupas ketupat dan menaruhnya ke pinggan. Ketupat – ketupat yang sudah ditaruh dipinggan itu kemudian disusun bertumpuk dengan rapi.

Di sisi lainnya ada yang bertugas untuk memanggang sate. Mereka sangat ramah kepada pengunjung yang ingin tahu atau sekedar penasaran.

“kemarilah” kata seorang bapak yang memakai peci haji berwarna putih

“nah lihat ini, ini daging, ini jantung, ini lidah” katanya

“ini daging rawan, ini enak nih” tambahnya lagi

Jadi sate  yang ada disini tidak hanya daging sapi saja, tapi ada juga bagian sapi lainnya yang digunakan. Kita bisa memintanya sesuai dengan selera. Namun bagi anda yang sudah ada lampu kuning berupa kolesterol darah yang tinggi, sebaiknya hindari memesan sate usus sebab kandungan kolesterol pada usus sapi ini tergolong tinggi.

Sate yang sudah matang dibakar diatas bara arang kelapa ini kemudian diletakkan di atas ketupat lalu disiram dengan kuah kuning yang kental.

Kuah sate berwarna kuning menjadi ciri khas sate di Padang Panjang atau sate yang dibuat di wilayah pegunungan. Jika sate dibuat di daerah pesisir seperti Painan dan Pariaman, warna kuah satenya ialah merah.

Menyantap Sate Mak Syukur nikmatnya pada saat baru dihidangkan, saat kuah masih hangat dan kental. Sebab ketika sudah dingin kuahnya mencair dan mengurangi cita rasanya.

Tambah nikmat lagi jika kita memakannya bersama kerupuk jangek. Kerupuk jangek adalah kerupuk yang terbuat dari kulit sapi atau kulit kerbau.

Kerupuk Jangek ini sepertinya sudah menjadi teman wajib untuk makan Sate Padang. Nah biasanya kerupuk jangek yang disajikan berukuran kecil. Lain halnya dengan kerupuk jangek yang ada di Sate Mak Syukur, ukurannya besar banget, kalau diukur kira – kira 15 x 15 cm.

Karena diburu waktu, kami segera memakannya. Rasanya enak. Satenya enak, kuahnya juga enak. Pokoknya enak banget deh.

Daging yang digunakan untuk membuat sate ini adalah daging pilihan. Daging ini kemudian direbus agar daging sudah empuk sebelum dibakar. Setelah itu daging diiris  – iris dan dilumuri dengan beragam bumbu serta rempah – rempah. Daging yang telah diiris itu ditusuk dan siap dibakar.

Sate biasanya dibakar pada saat ada pesanan dari konsumen. Bagi konsumen yang suka menikmati sate yang kering bisa meminta proses pembakaran dilakukan dua kali. Tapi bagi saya pribadi lebih nikmat dibakar sekali saja, daging yang masih “basah” ini akan pecah bumbunya dimulut saat dikunyah.

Sementara air yang dipakai merebus daging tadi digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Kuah kaldu ini dicampur dengan sekitar 19 macam bumbu dan rempah – rempah yang telah dihaluskan.

Bumbu – bumbu tersebut diantaranya bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, lengkuas, dan serai.

Setelah semua bumbu disatukan di kuah kaldu kemudian dimasak dengan kulit kayu manis. Aroma kulit manis menjadi penambah harum bumbu. Saya jadi teringat kue Bika buatan kedai Bika Talago yang juga menggunakan kulit kayu manis sebagai bahan bakar.

Untuk mengentalkan kuah, ditambahkan larutan tepung beras.

Wah ternyata ribet juga kalau mau jualan sate.

Harga satu porsi Sate Mak Syukur yang terdiri dari 6 tusuk sate dan ketupat adalah Rp 30 ribu. Jika satu porsi dianggap terlalu mahal, anda bisa memesannya ½ porsi yang terdiri dari 3 tusuk sate dan ketupat, harganya Rp 18 ribu.

About Author

client-photo-1
M. Catur Nugraha
Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

February 1, 2023
[…] yang mau cari Sate, sekalian saja ke Sate Mak Syukur. Sudah gak jauh lagi […]

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.