5 Hari Keliling Sumbar Bersama Keluarga Ibu Winda, 10 – 14 Agustus 2019

Pada minggu kedua Agustus 2019, kami mendapatkan kepercayaan dari Keluarga Ibu Winda yang ingin menikmati perjalanan keliling Sumbar selama 5 Hari 4 Malam.

Perjalanan dimulai dari tanggal 10 Agustus 2019, atau H-1 Idhul Adha 1440 H. Adapun meeting pointnya adalah di Bandara Internasional Minangkabau.

Dari Bandara, kami langsung menuju Kota Padang, Ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Disini kami mengunjungi berbagai objek wisata seperti Masjid Raya Sumbar, Taman IORA Pantai Padang dan Pantai Air Manis yang dikenal dengan kisah Malin Kundang-nya

 

Hari Kedua

Hari ini bertepatan dengan hari raya Idhul Adha 1440 H.

Kami berkesempatan menjalankan shalat id di masjid bersejarah di Kota Padang yaitu Masjid Raya Gantiang. Masjidnya unik, bentuk atapnya seperti pagoda. Rasanya ini adalah bentuk asimilasi budaya yang terjadi pada waktu pembuatan masjid.

Dari Kota Padang, kami menuju Sawahlunto. Di tengah perjalanan kami singgah di Danau Kembar.

Tiba di Sawahlunto sore hari.

Hari Ketiga

Sawahlunto City Tour, keliling kota Sawahlunto yang dulu pernah berjaya dengan industri tambang batu baranya. Kini semenjak batu bara mulai menipis ketersediaanya, kota ini beralih menjadi kota wisata tambang berbudaya. Gedung – gedung peninggalan Belanda dipoles menjadi museum untuk dikunjungi wisatawan

Museum pertama yang kami kunjungi ialah Info Box dan Loebang Mbah Soero. Di Info Box terdapat koleksi berupa rantai – rantai yang digunakan untuk tahanan yang sekaligus bekerja sebagai pekerja tambang.

Selanjutnya adalah Museum Goedang Ransoem, dulunya tempat ini dijadikan dapur umum oleh Belanda guna menyuplai makanan yang diperuntukkan bagi pekerja tambang.

Karena banyaknya pekerja tambang, maka alat masak yang digunakan harus berukuran besar.

Setelah mengunjungi beberapa museum yang ada di Sawahlunto, kami beranjak menuju Bukittinggi. Di tengah perjalanan kami sempatkan ziarah di Makam Pahlawan Nasional, Muhammad Yamin

 

Hari Keempat

Hari ini kami mengunjungi obyek wisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu Lembah Harau dan Jembatan Kelok Sembilan.

 

 

Hari Kelima

Di hari terakhir tour bersama Jelajah Sumbar, kami mengunjungi obyek wisata yang ada di Bukittinggi diantaranya Panorama Ngarai Sianok dan Lobang Jepang.

Tak hanya itu, kami juga sempat mengunjungi Benteng Fort De Kock, bangunan yang dibangun Belanda untuk mengantisipasi Perang Paderi.

Benteng itu juga menyatu dengan Kebun Binatang Kinantan yang merupakan kebun binatang tertua di Pulau Sumatera

 

Setelah dari Bukittinggi, kami mengarah ke Bandara Internasional Minangkabau via Lembah Anai. Tentu saja kami mampir di air terjunnya yang indah itu.

 

Tak terasa lima hari empat malam telah kami lalui bersama bersama Jelajah Sumbar. Akhirnya tibalah waktunya untuk berpisah.

Terima kasih kami haturkan kepada Ibu Winda dan keluarga yang telah mempercayakan liburan keluarganya di Sumbar bersama kami.

Semoga puas hati dan meninggalkan kesan indah.

Salam dari kami

Jelajah Sumbar

Yuk Pai Malala!

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Leave a Reply