Pagi itu cuaca tidak begitu cerah, barisan awan masih menutup sebagian dari langit. Sehari sebelumnya hujan mengguyur Kota Bukittinggi. Saya kembali datang di Bukittinggi di akhir September yang basah. Kedatangan saya kesini tentu saja untuk melepas rindu bersama Agus dan Bang Rangga. Kalau kami sudah berkumpul, biasanya kami selalu merencanakan sebuah perjalanan. Apakah itu berkunjung

“hati – hati di jalan, Catur” ucap Oma ketika melepas saya pergi pagi itu Saya harus berangkat sepagi mungkin agar sore nanti saya telah tiba di Sawahlunto. Rute hari pertama ini adalah Padang – Sitinjau Laut – Alahan Panjang – Danau Kembar – Solok – Sawahlunto. Sebenarnya Sawahlunto bisa ditempuh dalam waktu 3 jam dari

Desember 2015 yang basah.  Mila, Adik sepupu saya mengikatkan tali cinta dengan kekasihnya melalui pernikahan. Suaminya yang bernama Alit berasal dari Jogja. Keduanya dipertemukan saat mereka kuliah di jurusan yang sama dengan saya. Teknik Kelautan ITS. Acara pernikahan Mila dan Alit berlangsung di Padang, kampung halaman Mila yang juga saya akui sebagai kampung halaman saya.

Penjelajahan saya keliling Sumatera Barat tidak sepenuhnya berjalan mulus, terkadang ada saja hambatannya. Entah itu cuaca buruk di tengah jalan, ban yang tiba – tiba bocor dan terkena hukuman tilang! Untuk kasus yang terakhir, saya baru sekali mengalaminya. Cerita bermula ketika saya hendak kembali ke Padang usai sehari sebelumnya menjelajahi peninggalan budaya yang ada di

Pembukaan Akhir pekan kemarin, saya menghabiskan waktu seharian untuk menyaksikan The Kindness Diaries secara streaming di Netflix. Acara tersebut merupakan video dokumentasi perjalanan yang dilakukan oleh Leon Logothetis bersama teamnya. Saat ini The Kindness Diaries sudah memasuki season kedua. Di season kali ini, Leon bersama teamnya melakukan perjalanan dari Alaska menuju selatan hingga ke Argentina.