Libur Akhir Tahun Bersama Keluarga, Keliling Sumbar Aja!
liburan-keluarga-di-padang

Berlibur bersama keluarga adalah impian bagi banyak orang dan biasanya waktu yang tepat untuk melakukannya ialah saat libur akhir tahun. Setelah bekerja selama setahun penuh, maka tutuplah tahun anda dengan berekreasi dengan keluarga tercinta. Tak perlu jauh – jauh keluar negeri, datanglah ke Sumatera Barat dan liburan anda akan penuh dengan makna.

23 – 26 Desember 2017, kami dipercaya oleh keluarga Bapak Rianto untuk menemani liburan akhir tahunnya di Sumbar. Mereka berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Dua bulan sebelum hari H, mereka telah memesan Paket Tour Padang 4D3N Terlengkap.

Hari Pertama : Penjemputan di Bandara Internasional Minangkabau – Padang City Tour

Setelah menempuh penerbangan selama lebih dari 2 jam dari Surabaya. Akhirnya Keluarga Bapak Rianto tiba di Bandara Internasional Minangkabau dan langsung disambut oleh team Jelajah Sumbar. Karena memulai penerbangan pada tengah hari, tentu saja saat tiba di Padang langsung didera rasa lapar. Dari bandara kami menuju Rumah Makan Keluarga yang berada di simpang Tugu Adipura Padang Jalan S Parman. Rumah makan ini terkenal dengan Gulai Ikan Karangnya.

Usai santap siang, kami menuju Masjid Raya Sumatera Barat untuk shalat

foto-keluarga-di-masjid-raya-sumbar
Foto bersama usai shalat di Masjid Raya Sumatera Barat

Dari Masjid Raya Sumbar, kami menuju Pantai Padang tepatnya Taman IORA yang merupakan lokasi favorit bagi wisatawan untuk berfoto karena plang PADANG-nya. Kalau sudah berfoto disini artinya kunjungan anda ke ibukota Sumatera Barat ini sudah sah!

Foto bersama di Taman IORA Padang

Beranjak dari Taman IORA, saatnya mencicipi Es Duren yang nikmat banget rasanya. Malam hari kami bersantap Sate Padang, meski sate padang ada dimana – mana namun makan sate Padang di tempatnya langsung pasti lebih enak.

Hari Kedua : Wisata Pulau Sumbar (Pulau Pamutusan dan Pulau Sirandah)

Keluarga Bapak Rianto semuanya menyukai laut dan pantai. Itulah mengapa mereka memilih paket wisata Sumbar ini, karena pada program tour ini kami mengajak peserta tour mengunjungi destinasi wisata bahari yang ada di Kota Padang.

Dari Hotel Rocky Plasa tempat mereka menginap, kami menuju Pantai Bungus yang biasa dijadikan sebagai titik awal untuk melakukan perjalanan keliling pulau.

Setelah briefing mengenai keselamatan diri selama di laut, kami menaiki kapal yang terbuat dari fiber dan bermesinkan 40 PK. Pulau pertama yang kami kunjungi ialah Pulau Pamutusan yang berada persis di seberang Pulau Pagang.

Jernihnya air di Pulau Pamutusan membuat rasanya kami ingin segera bermain air. Tapi sebelum bermain air, kami mendaki bukit terlebih dahulu, hitung – hitung sebagai pemanasan, hehe.. Tanjakannnya cukup menguras tenaga namun pemandangan yang tersaji di puncaknya begitu indah.

Pulau-pamutusan-padang
View di puncak bukit Pulau Pamutusan

Setelah turun dari bukit, saatnya snorkeling.

wisata-pulau-pamutusan
Snorkeling di Pulau Pamutusan

Usai snorkeling, makan siang dengan nasi kotak yang telah disiapkan oleh provider tour pulau.

Puas mengeskplore Pulau Pamutusan, saatnya menuju pulau kedua yaitu Pulau Sirandah. Di Pulau Sirandah lebih banyak kami habiskan untuk bersantai menikmati pemandangan pantai yang indah dengan latar Bukit Barisan

You jump, i jump! Pulau Sirandah

 

Foto di depan sign Sirandah Island

Menjelang sore, kembali ke Pantai Bungus dan menuju hotel untuk bersih – bersih sekaligus istirahat. Malam hari kami bersantap ria di Pondok Ikan Bakar Khatib Sulaiman yang lokasinya persis di depan Pantai Padang. Di meja kami terhidang Ikan bakar, udang bakar, kepiting saos padang. Rasanya? rasanya kurang, kurang banyak! hehe..

Hari Ketiga : Long Trip Minangkabau (Lembah Anai – Istana Pagaruyung – Lembah Harau – Bukittinggi)

Long trip Minangkabau menjadi tema di hari ketiga, sebab memang di hari yang ketiga ini perjalanan yang akan ditempuh cukup panjang yaitu sekitar 350 Kilometer. Namun walaupun demikian, selama diperjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan alam Ranah Minang yang memanjakan mata.

1,5 jam perjalanan dari Kota Padang, kami tiba di Air Terjun Lembah Anai. Rasanya, wajib banget berhenti disini meski saat itu sedang hujan rintik – rintik.

Singgah di Air Terjun Lembah Anai

Karena hujan semakin deras kami tidak bisa berlama – lama disini, saatnya beranjak menuju destinasi yang kedua yaitu Minang Village.

Hujan belum juga reda sehingga kami putuskan untuk mengubah destinasi dan rute perjalanan. Setelah melewati Padang Panjang kami mengambil jalan ke kanan yang mengarah ke Istana Basa Pagaruyung. Jalan ini nantinya terdapat dua cabang di Simpang Karambi. Ke kanan melewati Danau Singkarak sedangkan ke kiri menuju Nagari Pariangan. Kami pun memilih jalan ke kiri.

Kami sempatkan untuk singgah di Nagari Pariangan yang disebut – sebut sebagai tempat asal – usul orang Minangkabau.

Masjid Al Ishlah Nagari Pariangan

 

Foto dengan latar Nagari Pariangan, sayangnya cuaca gerimis jadi puncak Gunung Marapi tidak terlihat

Dari Nagari Pariangan, perjalanan dilanjutkan. Sebelum tiba di Istana Basa Pagaruyung, kami makan siang terlebih dahulu di Rumah Makan Sawah Laman.

Hujan mulai menyingkir dari langit saat kami tiba di Istana Basa Pagaruyung. Langsung saja kami ke bagian bawah panggung istana ini, disana ada penyewaan baju adat khas Minangkabau yang bisa sewa.

Lembah Harau menjadi destinasi terakhir yang kami kunjungi di hari ketiga ini. Karena sedang libur panjang, arus kendaraan menuju Lembah Harau sangat padat. Kemacetan pun tak terhindarkan. Butuh waktu satu jam untuk menempuh jarak 6 Kilometer! Langit sudah mulai gelap saat kami tiba di Panorama Lembah Harau.

Sebenarnya foto ini gelap, tapi berkat aplikasi edit foto jadi terang begini, hehe,,

Kami hanya singgah sebentar saja di Lembah Harau karena hari sudah malam. Kini saatnya menuju Bukittinggi namun sebelumnya kami singgah di Martabak Haji Wan untuk makan malam. Martabak Haji Wan ini sangat terkenal seantero Payakumbuh lho!

Hari Keempat : Bukittinggi City Tour – Bandara 

 

Masih pagi dan sepi dari pengunjung.

 

Kalaus sudah ke Bukittinggi, gag lengkap kalau belum masuk Lobang Jepang

 

Foto bersama Uda Deni, local guide yang menemani kami menelusuri Lobang Jepang

 

Jam Gadang!

Sebelum meninggalkan Bukittinggi, kami singgah di Pusat oleh – oleh Ummi Aufa Hakim untuk membeli buah tangan khas Minangkabau seperti keripik sanjay, kerupuk jangek, dakak – dakak dan lain – lain.

Liburan akhir tahun bersama keluarga puas banget kalau anda mengunjungi Sumatera Barat bersama Jelajah Sumbar!

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Sempat bekerja selama 4 tahun sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang kontruksi bangunan lepas pantai. Kecintaanya terhadap kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumbar sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Leave a Reply