Nagari Lawang, Desa di Agam yang Keindahannya Bikin Terbayang – bayang
nagari lawang sumatera barat

Nagari Lawang adalah salah satu desa di yang masuk dalam wilahah administrasi Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Desa ini berada di dataran tinggi, sehingga tentu saja memiliki udara yang sejuk. Lantas apa yang istimewa dari Nagari Lawang?

Mengapa sampai kami harus menuliskannya?

Di penghujung Desember 2020, saya bersama Agus (CTO Jelajah Sumbar) berkesempatan untuk menjelajahi Nagari Lawang.

Kami kesana menggunakan sepeda motor, dari Bukittinggi kami melewati Ngarai Sianok yang tembus ke Matur. Dengan cara ini kami bisa menghemat waktu tempuh dibandingkan jika melewati Simpang Padang Luar.

Sebelum benar – benar ke Nagari Lawang, kami sempatkan singgah di Kelok 34 yang merupakan bagian dari Kelok 44 yang fenomenal. Setelah kelok 34, terdapat bahu jalan yang bisa digunakan untuk mengambil foto persawahan, rumah gadang dengan latar Danau Maninjau.

kelok 34

Setelah itu barulah kami menuju tujuan kami sebenarnya. Kami Kembali ke arah atas dan tepat di obyek wisata Ambun Pagi, kami belok ke kiri.

Tujuan utama orang mengunjungi Nagari Lawang adalah untuk menyaksikan Danau Maninjau dari ketinggian.

Dulu obyek wisata yang dikenal wisatawan untuk melakukan hal tersebut adalah Puncak Lawang. Namun seiiring berjalannya waktu semakin banyak destinasi baru yang dibuat tapi menu utamanya sama yaitu panorama Danau Maninjau.

Mari kita bahas satu per satu secara singkat saja

Obyek Wisata di Nagari Lawang

  1. Puncak Lawang

Sepertinya inilah pionir obyek wisata di nagari ini. Sesuai namanya, Puncak Lawang adalah titik tertinggi di Nagari Lawang. Menawarkan pemandangan Danau Maninjau dari ketinggian. Lokasinya sejuk karena terdapat pepohonan pinus yang tumbuh rimbun

obyek wisata puncak lawang

Namun karena lokasinya paling tinggi, maka seringkali panorama Danau Maninjau disini tertutup kabut.

2. Lawang Park Adventure

Berjarak hanya 1,5 kilometer dari Puncak Lawang, terdapat obyek wisata Lawang Park Adventure. Obyek wisata ini dikelola oleh tokoh wisata Sumbar, beliau adalah Bapak Muhammad Zuhrizul.

Lawang Park seringkali dijadikan tempat company gathering oleh berbagai perusahaan baik dari Sumbar maupun luar Sumbar.

Disini terdapat penginapan yang bisa disewa, selain itu penglola Lawang Park juga menawarkan paket – paket trekking yang cukup menantang untuk dicoba.

3. Ambun Tanai

Obyek wisata ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Agam. Tiket masuknya murah banget, hanya Rp 3.000

Disini terdapat Menara pandang serta berbagai permainan anak – anak. Bagi kami, Ambun Tanai adalah taman bermain dengan pemandangan terindah di Indonesia.

4. Relay Puncak Lawang

Sebenarnya ini hanyalah lahan parkir warung yang memanfaatkan tanah datar di tepi jalan sehingga dapat memuat beberapa mobil dan motor untuk parkir.

Terdapat wahana sederhana yang seringkali dijadikan sebagai lokasi foto. Bagi yang suka gratisan, baiknya kesini aja. Hehe..

Itulah 4 obyek wisata di Nagari Lawang yang sama – sama menawarkan pemandangan Danau Maninjau.

Oleh – oleh khas Nagari Lawang

Perjalanan kami belum selesai sampai disitu saja. Saat akan Kembali ke Bukittinggi. Kami sempatkan untuk singgah di Kilang Tebu Tradisional milik Bapak Asrul. Saat ada agenda mengunjungi Nagari Lawang, kami selalu mengajak tamu kami untuk mengunjungi kilang tebu ini, soalnya unik banget.

Saat orang – orang telah menggunakan mesin untuk menggiling tebu, lain halnya dengan Bapak Asrul yang masih setia menggunakan tenaga kerbau untuk memutar mesin penggiling tebu.

Untuk selengkapnya silahkan baca di tautan bawah ini ya.

Baca juga : Kilang Tebu Tradisional yang Unik di Nagari Lawang

Selain gula tebu, disini kita juga bisa membeli kacang barandang. Jika datangnya di pagi hari, kita bisa menyaksikan proses marandang kacang yaitu proses memasak kacang tanah menggunakan pasir yang dipanaskan.

Terdapat 2 jenis kacang barandang yaitu kacang kampuang dan kacang kapsul. Apa bedanya? Kacang kampuang adalah kacang yang bijinya hanya ada 2, rasanya manis namun gurihnya sedang – sedang saja. Sedangkan kacang kapsul, bijinya ada 3 atau lebih, rasanya tidak begitu manis namuh sangat gurih.

Kacang barandang disini dijual dengan harga Rp 15 ribu per bungkus.

Sebelum meninggalkan Nagari Lawang, kami membeli permen gula tebu serta kacang barandang sebagai oleh – oleh untuk keluarga di rumah.

Rasanya menyenangkan sekali seharian mengeksplore Nagari Lawang.  

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.