Paket Tour Padang Bukittinggi Sawahlunto Mandeh 7 Hari 6 Malam
paket_wisata_padang_7_hari_6_malam

Punya waktu liburan seminggu? Bingung mau kemana menghabiskan waktu luang yang panjang? Gimana kalau kita jalan – jalan ke Sumatera Barat? Biar gag pake ribet, harus atur transportasi, booking hotel dan menyusun jadwal perjalanan. Langsung saja pesan Paket Tour Padang  7 Hari 6 Malam bersama kami.

Berikut ini adalah gambaran perjalanan Paket Wisata Padang 7 Hari 6 Malam bersama Jelajah Sumbar, semoga bisa memberikan inspirasi bagi anda untuk berlibur di Ranah Minang.

Hari Pertama : Penjemputan di Bandara Internasional Minangkabau – Bukittinggi

Meeting point tour ini adalah Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sebuah bandara yang berada di Kabupaten Padang Pariaman yang merupakan satu – satunya bandara di Indonesia yang menggunakan nama suku bangsa.

Setibanya anda di BIM, anda beserta rekan – rekan akan disambut oleh team Jelajah Sumbar. Sebelum meninggalkan BIM untuk memulai tour, ada baiknya mengabadikan diri di Plasa BIM.

Foto bareng di Plasa BIM

Selanjutnya tour pun dimulai. Obyek wisata Sumbar yang pertama kali dikunjungi adalah Air Terjun Lembah Anai. Air terjun setinggi 35 meter ini berada di tepi Jalan Raya Padang Bukittinggi. Kita bisa istirahat sejenak disini sembari menikmati kesejukan udara Lembah Anai serta tampias air yang membasuh raga.

Air Terjun Lembah Anai

Next destination, adalah Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau atau biasa disebut sebagai Minang Village. Disini kita bisa melihat berbagai informasi mengenai budaya Minangkabau dari zaman lampau. Selain itu yang menarik disini ialah kita bisa menyewa pakaian adat dan berpose di depan Rumah Gadang yang indah.

Minang Village

Memasuki tengah hari, saatnya beranjak dari Minang Village menuju rumah makan. Kita singgah di Rumah Makan Aie Badarun yang punya menu sop daging dan dendeng balado yang lamak bana!

Baca juga : Dendeng Balado dan Gurih Nikmat Bubur Kampiun di Rumah Makan Aie Badarun

Usai makan siang, kita menuju sebuah desa yang berada di kaki Gunung Singgalang yang terkenal dengan kain tenunnya, Desa Pandai Sikek. Selain bisa melihat kerajinan kain tenun, disini kita juga bisa menyaksikan keindahan Gunung Singgalang.

Belanja kain tenun khas Pandai Sikek sekaligus menikmati panorama Gunung Singgalang

Selanjutnya, menuju Bukittinggi untuk makan malam terlebih dahulu. Kemudian menuju hotel pilihan anda untuk check in dan istirahat.

Hari Kedua : Puncak Lawang – Taman Panorama Ngarai Sianok

Hari kedua tour, setelah sarapan di hotel. Kami akan menjemput anda dan mengajak anda menuju Puncak Lawang, sebuah dataran tinggi yang berada di Kabupaten Agam. Disini kita bisa menyaksikan keindahan Danau Maninjau dari ketinggian.

Perjalanan dari Bukittinggi ke Puncak Lawang cukup menantang sebab kita akan melewati jalan menurun, menanjak dan berkelok – kelok, jadi siapkan diri anda.

Saat menuju Puncak Lawang anda bisa menyaksikan Panorama Sungai Landia yang menarik perhatian, di pinggir jalan juga banyak ditemukan warga yang menjual kayu manis atau duren jika sedang memasuki musimnya.

Sebelum tiba di Puncak Lawang, kita bisa singgah terlebih dahulu di Kilang Tebu Tradisional miliki Pak Asrul. Kilang tebu ini sangat unik sebab masih menggunakan tenaga kerbau untuk menggerakan alat penggiling tebu. Disini anda bisa membeli oleh – oleh gula saka yang berasal dari air tebu yang didihkan hingga mengental lalu ditaruh di cetakan dan dibiarkan sampai kering dan mengeras. Selain itu ada juga Kacang Barandang serta olahannya.

Singgah di Kilang Tebu Tradisional di Lawang

Akhirnya kita tiba di Puncak Lawang, bersiaplah untuk takjub menyaksikan keindahan Danau Maninjau dari ketinggian. Udara disini pun begitu sejuk sehingga bikin betah untuk berlama – lama.

Foto dengan latar Danau Maninjau dari ketinggian

Memasuki tengah hari kembali menuju Bukittinggi, singgah di rumah makan untuk makan siang.

Usai makan siang, perjalanan menuju Bukittinggi dilanjutkan. Kita akan mengunjungi Taman Panorama Ngarai Sianok, selain itu masih dalam komplek yang sama terdapat Lobang Jepang yang dibuat oleh penjajah Jepang pada saat akan menghadapi Perang Asia Timur Raya.

Foto bersama di mulut Lobang Jepang Bukittinggi

Keluar dari Lobang Jepang, jika hari masih terang dan tenaga masih cukup, kita lanjutkan turun ke Ngarai Sianok. Disini ada sawah yang instagramable lho.

Sawah Instagramable di Ngarai Sianok

Malam hari, makan malam di lokal resto dan kembali ke hotel untuk istirahat.

Hari Ketiga : Lembah Harau  – Nagari Pariangan

Hari ketiga, setelah sarapan di hotel, team kami akan menjemput anda. Oh ya, kalau bosan dengan menu sarapan di hotel yang itu – itu aja. Kami bisa ajak anda ke Pical Ayang yang menyediakan berbagai menu sarapan khas Minang seperti bubur kampiun, ketupat pical, lontong sayur dan pinukuik.

Bubur kampiun, salah satu menu sarapan nikmat khas Minang

Dari Bukittinggi kita mengarah ke timur sejauh kurang lebih 50an kilometer dimana terdapat Cagar Alam Lembah Harau.

Lembah Harau merupakan lembah yang diapit oleh dua tebing yang menjulang setinggi 150 meter. Keindahannya menyerupai Yosemite di Amerika sehingga seringkali dijuluki sebagai Yosemite of Indonesia.

Lembah Harau

Disni banyak sekali air terjun yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai sarasah yang bisa anda kunjungi dengan mudah diantaranya Sarasah Aka Barayun, Sarasah Bunta, Sarasah Aie Luluih dan Sarasah Murai.

Sarasah Aka Barayun

Puas mengeksplore Lembah Harau, saatnya menuju Jembatan Kelok Sembilan yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Lembah Harau.

Jembatan Kelok Sembilan begitu indah sebab ia berdiri dengan kokoh diantara dua cagar alam yaitu Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Lembah Harau.

 

Berpose dengan latar Jembatan Kelok Sembilan

Memasuki tengah hari, kita menuju Situjuh, Payakumbuh untuk makan siang di Rumah Makan Pongek Or. Pongek adalah gulai nangka yang dimasak hingga kering, menjadi makanan spesifik disini. Selain itu ikan nila bakarnya enak banget. Tak hanya itu, disini juga ada cemilan yang patut untuk dicoba yaitu ketan sarikaya.

Baca juga : Rumah Makan Pongek Or

Setelah makan siang, kita menuju Nagari Pariangan yang merupakan sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Marapi. Desa ini pernah disebut sebagai salah satu desa terindah di dunia, selain itu yang menarik dari Pariangan adalah konon orang Minangkabau berasal dari nagari ini.

Nagari Pariangan

Usai menjelajahi Nagari Pariangan, kembali menuju Bukittinggi. Makan malam di lokal resto dan diantar kembali ke hotel untuk istirahat

Hari Keempat : Danau Singkarak – Sawahlunto

Di hari keempat kita check out dari hotel, sebab perjalanan hari ini akan berakhir di Sawahlunto, sebuah kota kecil yang pernah berjaya melalui industri tambang batu bara pada masa penjajahan Belanda.

Dari Bukittinggi, kita menuju Sawahlunto via Danau Singkarak. Nantinya kita berhenti di tepian danau terbesar di Sumatera Barat ini. Di tepian Danau Singkarak banyak penjual ikan bilih yang merupakan ikan endemik danau ini. Apabila anda tertarik untuk membelinya sebagai oleh – oleh, kita bisa singgahi.

Singgah di Danau Singkarak

Memasuki tengah hari, makan siang di lokal resto.

Jika perjalanan lancar, sore hari kita akan tiba di Sawahlunto. Sebelum ke hotel, kita bisa singgah terlebih dahulu di Puncak Cemara untuk menyaksikan Kota Sawahlunto dari ketinggian. Setelah itu menuju hotel, check in dan istirahat. Malam hari dijemput kembali untuk makan malam.

Puncak Cemara Sawahlunto

Note : Perlu dicatat bahwa pilihan untuk makan malam di Sawahlunto masih terbatas, jadi harap dimaklumi

Hari Kelima : Sawahlunto City Tour – Danau Kembar – Padang

Tour hari kelima, setelah sarapan pagi, kita langsung check out. Sebelum meninggalkan Sawahlunto, kami mengajak anda untuk mengunjungi berbagai peninggalan Belanda yang masih terjaga hingga saat ini dan menjadi obyek wisata yang layak untuk disambangi diantaranya Museum Kereta Api Sawahlunto, Museum Goedang Ransoem, Info Box dan Loebang Mbah Soero.

Museum Kereta Api Sawahlunto

 

Museum Goedang Ransoem Sawahlunto

 

Loebang Mbah Soero

Puas mengeksplore Kota Sawahlunto, kita beranjak menuju Danau Kembar diselingi dengan makan siang di lokal resto.

Sebelum tiba di Danau Diatas, siapkan jaket anda sebab udara disini dingin sekali dengan suhu rata – rata 15 derajat celcius. Di tepian Danau Diatas kita bisa bersantai dan menghirup udara segar pegunungan.

Danau Diatas

Sebelum hari beranjak sore, kita lanjutkan kembali perjalanan menuju Padang. Tiba di Padang, makan malam terlebih dahulu sebelum kami antar ke hotel untuk check in dan istirahat.

Hari Keenam : Wisata Mandeh atau Wisata Pulau Sirandah/Pamutusan/Pasumpahan

Wisata bahari menjadi tema perjalanan di hari keenam, siapkan pakaian renang anda atau pakaian yang pas dijadikan teman perjalanan saat berkunjung ke pulau dan pantai. Jangan sampai salah kostum ya.

Dalam destinasi wisata bahari ini anda bisa memilih tujuannya sebagai berikut :

Kawasan Wisata Mandeh

Mandeh berada di Kabupaten Pesisir Selatan, sekitar 60 kilometer dari Kota Padang yang dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam perjalanan.

Destinasi yang dikunjungi saat mengeksplore Teluk Mandeh diantaranya adalah Pulau Sironjong Gadang, Pulau Sironjong Ketek, Pulau Sutan, Kapo – kapo, Hutan Mangrove dan Air Terjun Gemuruh.

Wisata Mandeh Pesisir Selatan

 

Snorkeling di dekat Pulau Cubadak

 

Bersih – bersih di Air Terjun Gemuruh

Pulau Sirandah/Pamutusan/Pasumpahan

Jika menuju Mandeh dirasa terlalu jauh, anda bisa memilih destinasi wisata pulau sumbar yang satu ini. Sebab titik awal keberangkatan menuju pulau ada di Bungus yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Padang dan dapat ditempuh dalam waktu 30 menit perjalanan.

Pulau – pulau yang bisa dikunjungi diantaranya Pulau Sirandah, Pulau Pamutusan dan Pulau Pasumpahan. Setiap pulau punya keistimewaanya masing – masing.

Pulau Sirandah

 

Pulau Pamutusan

 

Panorama di puncak bukit Pulau Pamutusan

 

Snorkeling di Pulau Pamutusan

Note : Trip ke Pulau Sirandah/Pamutusan/Pasumpahan bisa dilaksanakan jika tournya pada saat weekend, jika ternyata weekday maka biayanya akan menyesuaikan.

Menjelang sore keluar dari pulau dan kembali ke Padang untuk makan malam dan istirahat.

 

Hari Ketujuh : Padang City Tour – Bandara Internasional Minangkabau

Hari terakhir dari Paket Tour Padang 7 Hari 6 Malam. Hari ini kita akan jalan – jalan keliling Kota Padang yang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Usai sarapan pagi di hotel, kita langsung check out dan mengeksplore Kota Padang, mengunjungi berbagai obyek wisata diantaranya Taman IORA dan Pantai Padang, Masjid Raya Sumatera Barat, Jembatan Siti Nurbaya dan Batang Muaro dan Kota Lama Padang yang berada di tepian Sungai Batang Arau.

Foto bareng di Taman IORA Padang

 

Masjid Raya Sumbar

Tengah hari makan siang di lokal resto dan setelah itu anda kami antar menuju Bandara Internasional Minangkabau. Dan tour keliling Sumbar selama satu minggu ini pun selesai.

 

Include :

Harga dalam Paket Tour Padang 7 Hari 6 Malam yang kami tawarkan sudah termasuk :

  • Penginapan hotel sesuai pilihan , kamar kelas Superior
  • Guide berpengalaman dan ramah
  • Transportasi AC, menyesuaikan jumlah peserta
  • Tiket masuk tempat wisata
  • Kapal wisata kawasan Mandeh termasuk jaket pelampung dan alat snorkeling (tanpa kaki katak)
  • Free! Kaos Ekslusif Jelajah Sumbar
  • Makan Selama Tour (Sarapan 6X, Makan Siang 7X, dan Makan Malam 6)

 

Exclude :

  • Tiket pesawat
  • Oleh – oleh
  • Makanan dan minuman tambahan
  • Tiket masuk tempat wisata diluar paket
  • Sewa pakaian adat di Minang Village
  • Tips local guide saat memasuki Lobang Jepang
  • Tips Guide dan Sopir

 

Contact Person

Jika anda tertarik untuk mengikuti program Paket Tour Padang 7 Hari 6 Malam ini silahkan hubungi contact person kami di bawah ini :

Uda Rangga, 0852 2047 3373, ranggaharkaffi@jelajahsumbar.com

Uda Catur, 0897 7257 136, mcaturnugraha@jelajahsumbar.com

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

Leave a Reply