Mengawali Pagi Yang Indah di Sawah Instagramable Ngarai Sianok Bukittinggi
sawah_di_ngarai_sianok

M.A.W Brouwer, seorang fenomenolog, psikolog dan budayawan asal Delft, Belanda. Pada masa silam pernah mengatakan “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum”. Namun, bila saja ia berkesempatan mengunjungi Bukittinggi pada masa hidupnya, pasti ia akan mengatakan hal yang sama.

Ya, kota kecil di dataran tinggi Sumatera Barat ini dianugerahi dengan pemandangan yang sangat Indah. Kota yang memiliki luas 25.24 km2 ini dikelilingi oleh tiga gunung sekaligus sehingga udara disini terasa amat sejuk. Lokasinya pun sangat strategis ia mudah dijangkau dari kota – kota besar seperti Padang, Pekanbaru dan Medan.

Dengan segala yang dimilikinya membuat Bukittinggi berhasil menjadi kota wisata yang idam –idamkan banyak orang.

Bila anda memiliki kesempatan untuk datang ke kota kelahiran Bung Hatta ini baik dengan cara backpacker maupun mengikuti Paket Tour Bukittinggi, sisakan waktu minimal satu hari untuk mengeksplore keindahan alamnya.

Banyak sekali lokasi yang Indah di Bukittinggi, salah satunya adalah persawahan yang berada di Ngarai Sianok.

Setelah malam sebelumnya kota ini diguyur hujan yang cukup deras, pagi itu suasananya sangat berbeda. Matahari bersinar dengan indah, awan – awan putih menggantung, langit diwarnai oleh sang biru.

Hari itu kami hendak menuju Puncak Lawang untuk melihat keindahan Danau Maninjau dari ketinggian. Biasanya kalau dari Bukittinggi orang – orang akan memilih melewati jalan melalui Simpang Padang Luar. Namun, untuk menghindari macet di Simpang Padang Luar, kami memilih jalan yang melewati Ngarai Sianok, nantinya jalan ini akan tembus hingga Matur.

Tak jauh dari pintu keluar Lobang Jepang yang berada di Ngarai Sianok kami memarkirkan mobil. Lokasi parkir ini ditujukan bagi wisatawan yang hendak menuju The Great Wall of Koto Gadang.

Dari parkiran, kami menuruni jalan setapak yang cukup licin. Jalan setapak ini nantinya tembus hingga ke Koto Gadang.

Namun belakangan ada yang lebih menarik perhatian daripada trekking menuju Tembok Cina Koto Gadang.

Setelah menuruni jalan setapak tadi, di sisi kanannya kita dapat melihat areal persawahan yang terbentang luas hingga ke kaki ngarai. Lalu, apa yang menarik dari sawah ini?

Lokasi sawah yang terbentang luas dengan latar Ngarai dan warna pagi yang menghijau ketika musim tanam tiba, membuat siapa pun akan tercengang melihatnya. Sawah ini menjadi lebih menarik semenjak ada pematang yang terbuat dari semen cor yang memberikan kesan rapi dan cantik dipandang meski dilihat dari kejauhan seperti dari Menara pandang yang berada di dalam Taman Panorama Ngarai Sianok.

sawah_di_bukittinggi
Sawah dengan pematang yang dibuat dari semen cor

Saat menelusuri pematang sawah, ada seorang ibu paruh baya dengan ramah menyapa kami. Ibu itu juga bercerita bahwa tujuan awal dari dibuatnya pematang sawah disini ialah sebagai akses jalan agar para petani bisa membawa keperluan seperti bibit dan pupuk untuk persawah di kawasan Ngarai Sianok dengan mudah.

Pematang sawahnya bisa dilewati sepeda motor

“kalau dulu, waktu pematangnya masih tanah kan susah, apalagi kalau musim hujan, sangat licin” kata ibu berperawakan ramah ini.

Namun ternyata sejak ada pematang sawah ini justru mendatangkan banyak wisatawan terutama anak – anak muda. Mereka berlomba – lomba datang terutama di sore hari, mengambil foto, lalu mengunggahnya di berbagai sosial media. Sawah ini pun menjadi viral.

Foto di pematang sawah Ngarai Sianok

Pagi itu, sawah yang sebelumnya menghijau kini telah menguning. Beberapa petak sawah, padinya telah dituai. Sebagian lainnya mungkin hanya tinggal menghitung hari saja. Kami juga melihat orang – orang sedang menuai padi dengan semangat. Semoga saja sawah ini memberi keberkahan kepada mereka.

Sawah yang telah dipanen
memanen_padi
Memanen padi

Usai berfoto – foto disini kami pun melanjutkan perjalanan menuju Puncak Lawang.

Jom kemari!

About Author

M. Catur Nugraha
M. Catur Nugraha
Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya : menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.

Comments

March 21, 2018
[…] mengunjungi sawah nan indah di Ngarai Sianok, kami melanjutkan perjalanan menuju Lawang Park. Lawang Park merupakan nama sebuah puncak bukit […]
February 21, 2020
[…] Baca juga : Sawah Instagramable di Lembah Ngarai […]

Leave a Reply

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.